Tampilkan postingan dengan label Planet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Planet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2009

Hidangan Pembuka Spektakuler Dari Saturnus

http://langitselatan.com/2009/02/19/hidangan-pembuka-spektakuler-dari-saturnus/

Rekan-rekan di Indonesia, kita akan mendapatkan sebuah paket pengamatan lengkap sebagai hidangan santap malam pada tanggal 24 Februari 2009 ini. Hidangan utama kita malam itu adalah komet Lulin (yang sedang berada pada titik terdekatnya dengan Bumi). Namun jangan salah, sebelum hidangan utama disajikan, ada sebuah hidangan lain yang dihadirkan sebagai hidangan pembuka. Apakah itu?

Tanggal 24 Februari, hidangan pembuka bagi para pengamat langit adalah kejadian transit 4 satelit Saturnus sebagai hidangan pembuka. Pembukaan transit yang dimulai dengan masuknya bayangan Titan menutupi permukaan Saturnus pada pukul 17:54 WIB. Sayangnya kejadian ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena pada waktu tersebut Saturnus belum terbit dan Matahari belum terbenam. Kira-kira 40 menit kemudian piringan Titan akan masuk dan disusul dengan Mima, Dione, dan Enceladus.










Transit Titan dan Saturnus pada 8 Februari 2009. Kredit : Christopher Go

Transit seperti ini terhitung langka karena hanya terlihat setiap 14-15 tahun sekali saat orbit satelit-satelit Saturnus nyaris tampak samping atau sejajar dengan ekuator (khatulistiwa) Bumi. Terakhir kali Teleskop Hubble menangkap transit satelit Saturnus terjadi pada tahun 1995-1996, yakni transit Titan dan Tethys dengan Saturnus dan yang berikutnya transit Mimas, Enceladus, Dione dengan Saturnus. Ini akan jadi pertama kalinya kita melihat dan menangkap 4 satelit yang mengalami transit dengan Saturnus.

Pengamat di Indonesia akan dapat menyaksikan sebagian dari kejadian ini mulai pukul 21:00 WIB dimana posisi Saturnus cukup tinggi untuk diamati (meskipun kurang ideal karena tetap dipengaruhi faktor dispersi atmosfir). Pada waktu ini, (semoga) Titan dan bayangannya masih dapat terlihat dengan menggunakan sebuah teleskop kecil.

Kejadian ini akan berakhir menjelang tengah malam, dan ini adalah saat yang cukup tepat untuk mencari menu utama –Komet Lulin.

Semoga langit cerah pada tanggal 24 Februari nanti.. Selamat berburu dan menikmati hidangan dari langit…

bon appetite!

Sabtu, 07 Februari 2009

Merkurius

Mean Distance from the Sun (AU) 0.3871
Sidereal period of orbit (years) 0.24
Mean Orbital Velocity (km/sec) 47.89
Orbital Eccentricity 0.206
Inclination to ecliptic (degrees) 7.00
Equatorial Radius (km) 2439
Polar Radius (km) same
Mass of planet (Earth=1) 0.06
Mean density (grams/centimeter³ ) 5.43
Body rotation period (hours) 1408
Tilt of equator to orbit (degrees) 2
Number of observed satellites 0

Jumat, 06 Februari 2009

Venus


Mean Distance from the Sun (AU) 0.7233
Sidereal period of orbit (years) 0.62
Mean Orbital Velocity (km/sec) 35.04
Orbital Eccentricity 0.007
Inclination to ecliptic (degrees) 3.40
Equatorial Radius (km) 6052
Polar Radius (km) same
Mass of planet (Earth=1) 0.82
Mean density (grams/centimeter³ ) 5.25
Body rotation period (hours) 5832
Tilt of equator to orbit (degrees) 177.3
Number of observed satellites 0

Kamis, 05 Februari 2009

Earth


Mean Distance from the Sun (AU) 1
Sidereal period of orbit (years) 1
Mean Orbital Velocity (km/sec) 29.79
Orbital Eccentricity 0.017
Inclination to ecliptic (degrees) 0
Equatorial Radius (km) 6378
Polar Radius (km) 6357
Mass of planet (Earth=1) 1
Mean density (grams/centimeter³ ) 5.52
Body rotation period (hours) 23.93
Tilt of equator to orbit (degrees) 23.45
Number of observed satellites 1

Rabu, 04 Februari 2009

Mars


Mean Distance from the Sun (AU) 1.524
Sidereal period of orbit (years) 1.88
Mean Orbital Velocity (km/sec) 24.14
Orbital Eccentricity 0.093
Inclination to ecliptic (degrees) 1.85
Equatorial Radius (km) 3397
Polar Radius (km) 3380
Mass of planet (Earth=1) 0.11
Mean density (grams/centimeter³ ) 3.95
Body rotation period (hours) 24.62
Tilt of equator to orbit (degrees) 25.19
Number of observed satellites 2

Selasa, 03 Februari 2009

Jupiter


Mean Distance from the Sun (AU) 5.203
Sidereal period of orbit (years) 11.86
Mean Orbital Velocity (km/sec) 13.06
Orbital Eccentricity 0.048
Inclination to ecliptic (degrees) 1.30
Equatorial Radius (km) 71490
Polar Radius (km) 66854
Mass of planet (Earth=1) 317.89
Mean density (grams/centimeter³ ) 1.33
Body rotation period (hours) 9.92
Tilt of equator to orbit (degrees) 3.12
Number of observed satellites >28

Senin, 02 Februari 2009

Saturn


Mean Distance from the Sun (AU) 9.539
Sidereal period of orbit (years) 29.46
Mean Orbital Velocity (km/sec) 9.64
Orbital Eccentricity 0.056
Inclination to ecliptic (degrees) 2.49
Equatorial Radius (km) 60268
Polar Radius (km) 54360
Mass of planet (Earth=1) 95.18
Mean density (grams/centimeter³ ) 0.69
Body rotation period (hours) 10.66
Tilt of equator to orbit (degrees) 26.73
Number of observed satellites 30

Minggu, 01 Februari 2009

Uranus

Mean Distance from the Sun (AU) 19.19
Sidereal period of orbit (years) 84.01
Mean Orbital Velocity (km/sec) 6.81
Orbital Eccentricity 0.046
Inclination to ecliptic (degrees) 0.77
Equatorial Radius (km) 25559
Polar Radius (km) 24973
Mass of planet (Earth=1) 14.53
Mean density (grams/centimeter³ ) 1.29
Body rotation period (hours) 17.24
Tilt of equator to orbit (degrees) 97.86
Number of observed satellites 24

Jumat, 30 Januari 2009

Neptune


Mean Distance from the Sun (AU) 30.06
Sidereal period of orbit (years) 164.79
Mean Orbital Velocity (km/sec) 5.43
Orbital Eccentricity 0.010
Inclination to ecliptic (degrees) 1.77
Equatorial Radius (km) 25269
Polar Radius (km) 24340
Mass of planet (Earth=1) 17.14
Mean density (grams/centimeter³ ) 1.64
Body rotation period (hours) 16.11
Tilt of equator to orbit (degrees) 29.6
Number of observed satellites 8

Selasa, 06 Januari 2009

Saat Bulan dan Cincin Saturnus Bertabrakan

http://langitselatan.com/2008/11/15/saat-bulan-dan-cincin-saturnus-bertabrakan/

Satelit Prometheus perlahan-lahan bertabrakan dengan tepi dalam cincin F Saturnus. Satelit lonjong ini menarik aliran materi dari cincin dan kemudian meninggalkannya di balik kegelapan.











Aliran materi yang terbentuk saat Prometheus mendekati cincin F Saturnus. Kredit : NASA

Sekali dalam perjalanan 14,7 jam-nya mengorbit Saturnus, Prometheus (diameter 102 km) akan mencapai titik paling lonjong yang disebut apoapse dan berada jauh dari Saturnus, atau tepatnya berada dekat cincin F. Pada titik ini gravitasi Prometheus cukup kuat untuk membuat aliran materi keluar dari area inti cincin F.

Pada awalnya, materi berukuran debu ditarik menjauh dari cincin hingga tampak membentuk aliran yang menuju orbit Prometheus. Setelah beberapa waktu, aliran ini akan runtuh lebih cepat dan tertinggal jauh di belakang Prometheus karena materi di cincin F mengorbit Saturnus lebih lambat dari satelit tersebut. Aliran tersebut akan tampak lebih panjang dan membentuk terusan gelap.

Pembentukan aliran dan terusan ini terjadi dalam siklus berulang saat Prometheus mencapai apoapse. Setiap kali Prometheus mendekati cincin F ia akan membentuk aliran materi dari cincin F namun dari lokasi yang berbeda. Hal ini terjadi karena perbedaan periode orbit antara cincin dan Prometheus. Cincin F mengorbit Saturnus lebih lambat dari satelit tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan garis bujur 3,2 derajat antara lokasi aliran materi satu dengan lainnya yang ditarik dari cincin saat satelit itu mendekat.

Sumber : NASA